PANDUAN ORANGTUA [CERITA BINATANG BERIMA DUA BAHASA]
Cerita sebagai Alat Penggali Ilmu Pengetahuan
Sejak
lama, cerita merupakan alat yang paling ampuh untuk menggali dan
menyampaikan ilmu pengetahuan agar mudah diterima dan dipahami,
terutama oleh anak-anak. Pada zaman prasejarah, manusia mulai
menceritakan pengalaman hidupnya melalui simbol-simbol dan
gambar-gambar (visual).
Selanjutnya, budaya lisan menuturkan
cerita orang-orang terdahulu, sebagai media penggali dan penyampai ilmu
pengetahuan. Bahkan, kalau kita amati lebih jauh lagi, setiap hari,
kita terutama anak-anak bisa mendapatkan ilmu pengetahuan melalui
cerita dari mulai pola yang sangat sederhana, yaitu berupa obrolan
dengan teman atau keluarga, atau pola lainnya yang lebih sistematis,
seperti buku, radio, hingga film. Dengan demikian, cerita dapat
disampaikan melalui berbagai media, seperti lisan, teks, gambar
(visual), musik, lagu, dan gerak.
Ruang Cerita yang Mengembangkan Kecerdasan Majemuk
Dengan
menghadirkan produk Cerita Binatang Berima Dua Bahasa, I Love My
Al-Quran dalam bentuk buku cerita untuk anak, buku cerita untuk Ayah
& Ibu, flashcard & puzzle, boneka, CD interaktif flashaudio
book, serta CD audio berisi cerita yang dituturkan secara lisan dan
cerita yang dilagukan, Penerbit Pelangi Mizan mencoba menciptakan ruang
untuk menggali dan menyampaikan ilmu pengetahuan yang ada di Al-Quran
melalui berbagai media, yaitu teks, gambar, musik, lagu, dan lisan.
Media-media tersebut mampu menjadi media untuk mengembangkan multiple
intelligence (kecerdasan majemuk).
Cerita Berima Mengembangkan Kecerdasan Linguistik
Adapun
bahasa yang dipilih untuk menyampaikan cerita terbitan Pelangi Mizan
kali ini adalah bahasa berima. Mengapa bahasa berima? Sebab, dengan
bahasa berima, anak dapat mengungkapkan pikirannya secara halus dan
indah. Melalui bahasa berima pula, anak dapat menyampaikan maksud
dengan cara yang lebih berkesan. Ada beberapa jenis bahasa berima,
yaitu talibun, pantun, syair, puisi, gurindam, terumba, seloka, dan
lain-lain. Jenis bahasa berima yang digunakan dalam buku ini adalah
puisi berima.
Orkestrasi yang Merdu
Bunyi
dalam puisi menghasilkan rima dan ritme. Rima adalah pengulangan bunyi
dalam puisi. Kata rima digunakan untuk mengganti istilah persajakan.
Pengulangan bunyi dalam puisi dapat membentuk musikalitas atau
orkestrasi. Dengan pengulangan bunyi, puisi pun menjadi merdu saat
dibaca. Sedangkan ritme atau yang lebih dikenal dengan kata irama
adalah alunan yang tercipta oleh kalimat berimbang selingan bangun
kalimat, atau juga panjang pendeknya kalimat serta kemerduan bunyi.
Gaya bahasa itulah yang digunakan dalam Cerita Binatang Berima Dua
Bahasa, I Love My Al-Quran untuk mengenalkan dunia sastra kepada anak.
Tipografi yang Indah
Tipografi
merupakan pembeda yang penting antara puisi dengan prosa dan drama.
Larik-larik puisi membangun bait, bukan paragraf. Baris puisi tidak
selalu bermula dari tepi kiri dan tepi kanan. Ciri yang demikian
menunjukkan eksistensi (keberadaan) puisi.
Membuka Ruang Imajinasi dan Interpretasi
Dengan
bentuk puisi, anak diajarkan untuk memilih kata dan memadatkan bahasa.
Hal tersebut bisa membuka ruang imajinasi dan interpretasi (kesan atau
tafsiran) yang lebih luas dibandingkan bentuk sastra lain. Anak pun
dapat belajar untuk berpikir lebih mendalam dan belajar memahami
hal-hal yang kasatmata. Sebuah laku kesederhanaan hidup.
Menangkap Pesan Lewat Kesan yang Mendalam
Lewat
bahasa yang halus dan indah, Cerita Binatang Berima Dua Bahasa, I Love
My Al-Quran menjadi lebih menarik dan lebih hidup dibandingkan cerita
lain yang biasa disuguhkan.
Dengan suguhan yang unik tersebut,
Cerita Binatang Berima Dua Bahasa, I Love My Al-Quran yang disampaikan
kepada anak diharapkan mampu menggugah dan meninggalkan kesan mendalam.
Kesan itulah yang kemudian membuat anak mengingat pesan-pesan yang
terkandung di dalamnya.
Dua Bahasa
Untuk
meningkatkan kemampuan anak dalam berbahasa dan memperkaya wawasan
bahasa pada anak, Cerita Binatang Berima Dua Bahasa, I Love My Al-Quran
dikemas dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Selain itu, produk ini dilengkapi dengan kamus kecil yang berisi
kosakata dalam dua bahasa.
Mengembangkan Kecerdasan Musikal
Anak-anak
merasakan kebahagiaan ketika mereka bergoyang, menari, bertepuk tangan,
dan bernyanyi bersama seseorang yang mereka cintai dan percayai. Momen
ini bisa digunakan oleh orangtua untuk membantu pembentukan dan
perkembangan mental, emosi, serta keterampilan sosial dan fisik anak
dengan mendengarkan musik bersama-sama.
Untuk menciptakan momen
itu, Cerita Binatang Berima Dua Bahasa, I Love My Al-Quran sengaja
hadir dengan sentuhan musik dalam bentuk CD audio yang berisi lagu
dengan gaya bercerita dan cerita yang dituturkan dengan lisan. Dengan
begitu, akan terjadi umpan balik positif dan juga energi positif yang
membuat otak anak menjadi efektif. Manfaat lain dari musik, yakni
memperkenalkan anak pada dunia yang lebih luas, seperti ekspresi emosi,
kreativitas, dan keindahan. Hebatnya lagi, musik dapat meningkatkan
keterampilan membaca, menulis, mengingat, dan menghafal.
Mengembangkan Kecerdasan Intelektual
Cerita
Binatang Berima Dua Bahasa, I Love My Al-Quran merupakan kumpulan
sejarah yang dibahasakan dengan halus dan indah. Tujuannya agar anak
tertarik untuk mempelajari sejarah dan mampu mengambil makna serta
pelajaran dari suatu peristiwa. Selain itu, anak tidak hanya dibekali
dengan suguhan cerita, tapi juga dengan wawasan pengetahuan yang luas.
Pengetahuan itu di antaranya berupa ayat Al-Quran yang mengungkapkan
peristiwa tersebut dan ruang LIHAT JUGA! Bagian ini merupakan media
untuk membantu anak berpikir komprehensif, yakni dengan melihat
informasi lain mengenai tokoh-tokoh cerita di referensi lain.
Kehadiran
Cerita Binatang Berima Dua Bahasa, I Love My Al-Quran ini membantu anak
untuk memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap apa yang mereka
lihat, dengar, dan alami. Dengan begitu, anak belajar bertanya tentang
hal-hal yang tidak mereka ketahui. Tanpa disadari, muncullah sikap
kritis yang sebelumnya masih tersimpan dalam diri mereka. Faktor
tersebutlah yang memicu perkembangan kecerdasan intelektual anak.
Mengembangkan Kecerdasan Emosi
Reaksi
emosi pada diri anak masih cenderung berubah-ubah, biasanya mengikuti
rangsangan emosi yang diterimanya. Untuk itu, Cerita Binatang Berima
Dua Bahasa, I Love My Al-Quran hadir memberi ruang baru bagi anak untuk
mengekspresikan kondisi kejiwaan mereka dengan menceritakan kisah-kisah
binatang yang ada di Al-Quran.
Melalui kisah-kisah itu, anak
dibekali bagaimana cara mengendalikan emosi marah, takut, sedih, dan
lain-lain. Selain itu, anak-anak pun dapat mengambil teladan dari
reaksi emosi orang-orang yang ada dalam cerita. Misalnya, bagaimana
Nabi Yunus bersikap sabar ketika Allah Swt. menurunkan ujian dengan
membiarkan dirinya terjun ke laut dan berada di dalam perut paus.
Dilihat sepintas pun, cerita tersebut sangat menarik hati, apalagi
diceritakan dengan penuh ekspresi oleh orangtua. Bisa jadi, hal
tersebut akan menumbuhkan emosi dalam diri anak. Sebab, sistem
emosional kognitif anak berkembang melalui bermain, meniru, dan
pembacaan cerita.
Mengembangkan Kecerdasan Sosial
Pada
dasarnya, anak masih berorientasi pada diri sendiri. Oleh karena itu,
orangtua sebaiknya mendorong mereka untuk menjalin pertemanan yang
dapat meningkatkan kemampuan bekerja sama (sosialisasi). Anak perlu
diberi pemahaman bahwa hidup di dunia ini tidak bisa berdiri sendiri,
pasti membutuhkan orang lain. Sehingga anak pun akan terbiasa bersikap
toleran terhadap orang lain.
Cerita Binatang Berima Dua Bahasa,
I Love My Al-Quran menuturkan cara berinteraksi dengan Allah Swt.,
sesama manusia, dan makhluk lainnya. Anak dapat mengambil pelajaran
hidup berdampingan dengan memahami dan memerhatikan perasaan orang
lain. Selain dengan manusia, anak dapat mengambil pelajaran cara
memperlakukan dan menyayangi binatang. Dengan begitu, anak belajar
mengasah jiwa sosialnya terhadap makhluk lain.
Mengembangkan Kecerdasan Visual
Selain
memberi sentuhan lewat cerita, produk ini pun dikemas dengan sentuhan
gambar, warna, dan susunan huruf yang menarik sehingga dapat
mengembangkan kecerdasan visual anak. Sebab, anak diajak berpikir dalam
citra dan gambar. Anak-anak pun dilibatkan untuk memahami hubungan
ruang dan citra mental sehingga mereka belajar mengenai dunia visual.
Gambar
yang disuguhkan disesuaikan dengan usia anak. Beragam warna pun
dikombinasikan dalam satu objek agar lebih memberikan energi dan
menggugah perasaan anak. Selain mudah dibaca, visualisasi huruf yang
ditampilkan dapat menumbuhkan kesan yang berbeda. Baik berupa perubahan
susunan huruf dari tebal menjadi tipis, besar menjadi kecil, tinggi
menjadi rendah, ataupun huruf melengkung. Semua itu merupakan bagian
dari cara agar anak dapat lebih mengekspresikan makna dan emosinya
ketika membaca cerita.
|