CARA PRAKTIS MENGAJAK ANAK MUSLIM MENCINTAI DAN MEMPELAJARI AL-QURAN DENGAN ASYIK DAN MENYENANGKAN
Pengenalan
Al-Quran kepada anak-anak harus disesuaikan dengan tingkat nalar dan
alam pikiran mereka, sehingga memerlukan pendekatan atau metode
tersendiri …
I LOVE MY AL-QURAN (ILMA)
Produk
I LOVE MY AL-QURAN (ILMA) mengajak buah hati Anda belajar Al-Quran
dengan cara asyik dan menyenangkan. Produk ini membantu mengembangkan
kecerdasan majemuk mereka. Sebab, I LOVE MY AL-QURAN menyampaikan
kandungan makna ayat melalui bahasa visual yang sangat menarik dan
bahasa teks untuk anak yang sangat komunikatif. Tidak hanya itu, I LOVE
MY AL-QURAN pun memberikan rangsangan agar anak tertarik lebih dalam
terhadap Al-Quran melalui permainan interaktif, kamus bergambar
kata-kata dalam Al-Quran, dan lagu-lagu terjemahan Juz Amma.
“Didiklah anak-anakmu tiga perkara : cinta kepada Nabi mereka, cinta kepada sanak
keluarga dan membaca Al-Qur'an” (H.R. ath-Thabrani)
Bapak-Ibu,
agaknya tidak perlu diperdebatkan lagi bahwa sebagai orangtua muslim,
adalah kewajiban kita untuk mengajarkan Al-Qur'an pada anak-anak.
Benar, dan sebagian anak kita belajar baca Al-Qur'an di sekolahnya
dengan metode Iqra, sebagian lagi dengan Qiroati, dan yang lainnya
Tilawati dan sebagainya.
Masalahnya, apakah anak kita juga belajar kandungan atau hikmah dari ayat-ayat yang ada
dalam Al-Qur'an? Tahukah anak bahwa di dalam Al-Quran sebenarnya sarat
dengan berbagai informasi, petunjuk, kisah-kisah, pesan-pesan, seruan,
sejarah, seni dan keindahan, ilmu pengetahuan dan masih banyak lagi?
Kalau itu sepertinya nggak deh. Jangankan anak, kita sendiri juga kadang awam
dan tidak terlalu mempelajari dan paham kandungan Al-Quran. Paling
hanya sekedar membaca terjemahan. Itupun kadang-kadang masih kurang
mengerti maknanya.
Bapak-Ibu,
tidak bisa dipungkiri bahwa anak-anak kita sekarang ini diserang
sejumlah media yang SANGAT MENARIK seperti film (VCD, DVD), game
komputer, playstation, komik, dan sebagainya. Itu artinya, anak-anak
kita semakin tidak tertarik untuk memberi perhatian pada Al-Quran jika
kita tidak melakukan sesuatu agar mereka tertarik mempelajari kitab
sucinya.
Lantas bagaimana?
Nah,
untuk meng-counter serangan media-media tersebut, kita tidak mungkin
tetap menggunakan “bahasa lama” dalam menyajikan ajaran Al-Quran kepada
anak-anak. Maksudnya, tidaklah tepat kiranya jika kita ingin membuat
anak-anak mencintai Al-Quran, tapi bahasa yang kita gunakan bukanlah
bahasa mereka. Al-Quran memerintahkan kita untuk menyampaikan
pesan-pesan Allah kepada audiens “MENGGUNAKAN BAHASA KAUMNYA” atau
“sesuai dengan tingkat pemikiran mereka” (biqadri ‘uquulihim).
Maksudnya?
Gambar,
warna, adalah bahasa anak-anak yang universal. Gambar di sini adalah
“BAHASA” yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan Al-Quran sesuai
dunia anak. Nah, dengan pertimbangan itulah kami memutuskan untuk
menerbitkan I Love My Al-Quran (ILMA). Yaitu sebuah Al-Quran dan
terjemahnya lengkap dengan tafsir (kandungan ayat) yang menggunakan
bahasa yang komunikatif untuk anak-anak. ILMA ini dilengkapi / dihiasi
dengan bahasa visual sebagai salah satu media yang akrab dan menarik
bagi anak-anak.
Al-Qur'an bergambar? Memang boleh?
Untuk
mushaf memang tidak bergambar, hanya berupa ornamen saja. Sedangkan
buku terjemah dan tafsirnya diberikan ilustrasi yang menarik. Jenis
ilustrasi yang digunakan pada ILMA ini adalah jenis gambar vinyet,
yaitu jenis ilustrasi yang berusaha mendenaturalisasi objek yang
digambar. Menurut Isma’il Raji Al-Faruqi, dalam bukunya Atlas Budaya
Islam, salah satu ciri seni Islam adalah karakter denaturalisasi.
Denaturalisasi pada seni visual Islam dilatarbelakangi oleh tradisi
Islam yang menghindari penggambaran makhluk hidup secara utuh (persis
seperti realitas aslinya). Hal ini berhubungan dengan pesan Nabi
tentang penggambaran makhluk hidup, yang konsekuensinya seorang yang
menggambar dimintai untuk memberikan nyawa di hari akhir nanti.
Masih ragu, ada ijin terbit dari Departemen Agama nggak, atau verifikasi dari ulama?
Bukan apa-apa, ini kan Al-Quran, untuk anak-anak lagi!
Bapak-Ibu,
ILMA adalah sebuah inovasi yang kami rumuskan dengan penuh rasa
tanggung jawab dan kehati-hatian. Ini merupakan bentuk tanggung jawab
agar umat Islam dapat melahirkan generasi Islam yang mencintai
Al-Quran. Dalam prosesnya, kami pun sangat berhati-hati dengan
berkonsultasi kepada sejumlah ulama. Lebih dari 20 ulama dari berbagai
latar belakang telah kami datangi untuk mendapat arahan dan nasihat di
antaranya adalah: KH. A. Mustofa Bisri, KH. A. Hasyim Muzadi, Prof. Dr.
A. Syafii Maarif, Prof. Dr. Dien Syamsudin, KH. Shiddiq Amien, Prof.
Dr. M. Quraish Shihab, KH. Didin Hafidudin, Habib Rizieq Syihab, dll.
Dalam
proses produksi pun kami menerapkan supervisi yang ketat dan berlapis
untuk menghindari kesalahan. Khath Al-Quran telah melalui proses 15
kali pemeriksaan sampai dipastikan tidak ditemukan lagi kesalahan, lalu
akhirnya kami serahkan ke lajnah pentashih Al-Quran Departemen Agama.
Sertifikat tashih telah kami dapatkan dan kami lampirkan di jilid 1
produk ILMA ini.
Teks
penjelasan kandungan ayat diperiksa melalui tahapan yang berlapis pula.
Selain diedit dan diproof oleh redaksi, kami pun meminta pembaca ahli
untuk membaca secara detail dan memberi masukan serta arahan.
Dengan
latar belakang, konsep, dan proses yang telah ditempuh seperti
dijelaskan, semoga ILMA ini menjadi sumbangan berharga bagi umat Islam,
khususnya bagi anak muslim agar mereka semakin mencintai dan mau
mempelajari Al-Quran. Amin.
Oke,
kelihatannya saya mulai tertarik dengan produk ini, bisa dijelaskan
lebih lanjut tentang produk ini, maksudnya apa saja isi dari produk ini
juga manfaat apa saja yang bisa didapat?
ILMA,
adalah Al-Quran beserta terjemah dan tafsirnya dengan bahasa yang
sangat komunikatif untuk anak-anak, bergambar, berwarna, ada permainan,
kamus bergambar dan CD lagunya. Pokoknya lengkap...kap...kap.
Dan,
ehm, orangtua pun juga bisa ikutan belajar kandungan Al-Quran dengan
produk ILMA ini, karena bahasanya sangat mudah dicerna dan sangat
komunikatif.
Mau tau lebih jelas? Nih, isi lengkap dari Paket ILMA ini:
Mushaf Al-Qur’an 15 jilid (terpisah dengan terjemah dan hikmah ayat). Tiap jilid warnanya berbeda. Membuat anak tidak jenuh membaca Al-Quran.
Terjemahan Al-Qur’an 15 jilid,
disertai hikmah ayat yaitu "tafsir" dari ayat Al-Qur’an, yang ditulis
dengan bahasa yang komunikatif untuk memudahkan anak memahami isi
Al-Qur’an. Bacanya lebih asyik karena dipenuhi ilustrasi dan gambar
yang menarik.
Setiap jilid Mushaf dan terjemah terdiri dari 2 juz @ 44 halaman. Hard cover, kertas isi AP 180 gr.
Kamus bergambar kata unik dlm Al-Quran, 1 jilid, 88 hlm, hard cover, kertas isi MP 150 gr.
Berisi ratusan kata yang dikelompokkan dalam 80 bagian. Misalnya kelompok binatang, buah-buahan, dll. Dengan kamus ini anak bisa menemukan misalnya, kata "lebah"
dalam Al-Quran ada di surat apa dan ayat berapa. Juga bisa tahu, berapa
banyak kata itu dalam Al Quran. Uniknya lagi beberapa bagian harus
dibaca dari atas atau samping (berbagai arah), atau bukunya harus
diputar-putar untuk membacanya. Pokoknya seru banget.
CD audio 16 lagu terjemah surat pendek + buku teks lagu. Maksudnya
supaya anak lebih mudah menghapal dan menangkap makna dari surat-surat
pendek tersebut dengan menyanyikan terjemahnya. Musiknya enak-enak lo,
dijamin. Kalau mau dengerin contohnya silahkan Klik disini untuk mendownload contoh lagu surat Al-Ikhlas (zip, 780 KB)
Papan permainan ular tangga nama-nama suratdalam Al-Quran,
Ukuran 55 x 42 cm, magnetic board. Dengan permainan ini diharapkan
anak-anak dapat menghafal 114 nama-nama surat, artinya, jumlah ayat,
serta surat tersebut diturunkan di Mekah atau Madinah. Eit, tunggu
dulu, permainan ini dipecah menjadi 8 keping puzzle. Jadi sebelum mulai
bermain, keping puzzlenya disusun dulu. Menarik kan?
Bapak-Ibu, kalau tadi sudah dijelaskan tentang isi produk ILMA, berikut ini penjelasan
detail tentang manfaat I LOVE MY AL-QURAN dalam mendorong anak untuk
mencintai Al-Quran dengan cara yang menyenangkan:
1.
Membaca Al-Quran dengan tampilan yang menarik ditambah ilustrasi
dekoratif yang penuh warna. Sehingga kegiatan membaca Al-Quran menjadi
lebih asyik. Anak dapat mengembangkan Kecerdasan Visual-Spasial.
2.
Belajar membaca Al-Quran secara baik (tartil) dengan belajar tajwid
langsung melalui latihan, bukan teori. Hukum tajwid itu diperkenalkan
secara bertahap dengan sistem warna yang diterapkan langsung pada
mushaf Al-Quran, pada beberapa halaman di jilid pertama.
3.
Memahami kandungan ayat Al-Quran yang disajikan di samping setiap
halaman terjemah ayat. Hikmah ayat ditulis dengan bahasa yang mudah dan
komunikatif. Hikmah ayat ini akan membantu anak untuk mengenal
kandungan Al-Quran secara bertahap. Anak dapat mengembangkan Kecerdasan Spiritual, natural, intrapersonal.
Berikut ini contoh gaya penulisan kandungan ayat pada ILMA: (SURAH AL-FÂTIHAH, Kandungan Ayat 1-4)
Teman-teman, sebelum berkegiatan, suka baca basmalah, kan?
Nah, berarti semua perbuatan kita senantiasa disandarkan hanya kepada Allah.
Sebab, hanya Dialah yang menciptakan alam semesta, termasuk kita.
Hanya Allah juga yang memberikan kasih sayang (Ar-Rahmân Ar-Rahîm)
kepada seluruh makhluk, di antaranya dengan memelihara, membimbing,
dan memberikan keadilan (Mâlik). Sehingga, tidak ada satu makhluk pun yang dirugikan!
So, dengan basmalah perbuatan kita jadi lebih asyik, loh!
4.
Mengenal kosakata Al-Quran secara bertahap yang disajikan pada setiap
halaman. Anak-anak diharapkan akan semakin akrab dengan kosakata
Al-Quran. Semua itu disajikan pada setiap halaman di 15 jilid buku
utama, dan secara khusus pada satu jilid kamus. Pada kamus, anak-anak
akan diperkenalkan pada ratusan kosakata Al-Quran yang sudah
dikelompokkan. Membaca Kamus ini mengasyikkan karena dihiasi ilustrasi
dengan gaya beragam, yang akan menambah pengalaman visual anak. Anak
juga dapat mengembangkan Kecerdasan Linguistik.
5. Memperluas wawasan dengan membaca Informasi tambahan yang berkaitan
dengan ayat yang dibaca. Informasi itu bisa berupa peta, peristiwa
sejarah, atau pengetahuan ilmiah. Semua itu bisa ditemukan pada box
“kamu perlu tahu”. Anak dapat mengembangkan Kecerdasan Intelektual.
6. Mengetahui hubungan satu ayat dengan ayat yang lainnya atau satu
ayat dengan sumber lain. Rujuk silang seperti itu bisa didapatkan di
box “lihat juga”. Anak dapat mengembangkan Kecerdasan Intrapersonal.
7. Khusus untuk orangtua disediakan box “untuk ayah dan ibu”. Berisi
informasi tambahan yang perlu diketauhi ayah dan ibu dalam mendampingi
putra putrinya ketika membaca buku ini. Anak dapat mengembangkan Kecerdasan Interpersonal.
8. Menghafal secara cepat dan menyenangkan kandungan ayat 16 surat
pendek melalui CD lagu-lagu yang dilengkapi buku lagu. Lagu-lahgu ini
disajikan dengan aransemen unik musik-musik dunia dan etnik. Insya
Allah akan menambah wawasan musik anak-anak. Anak dapat mengembangkan Kecerdasan Ritmis-Musikal dan Kecerdasan Kinestik.
9. Mengenal dan menghafal 114 nama surah beserta data seputar surat
itu. Meliputi nama surah, arti nama surat, jumlah ayat, serta
makkiyah-madaniah-nya. Semua itu dilakukan melalui permainan ular
tangga yang mengasyikkan. Anak dapat mengembangkan Kecerdasan Matematis Logis.
Bapak-Ibu,
kalau saya boleh berkomentar, produk ini benar-benar luar biasa.
Pertama dan satu-satunya di Indonesia. Asli buatan Indonesia pula.
Makanya
nggak heran, kalau produk ini sudah di-apresiasi dengan sangat positif
dari berbagai ulama dan tokoh masyarakat. Kalau sempat baca deh di
bawah ini.
Coba kita simak preview singkat produk ini!
Pengenalan
Al-Quran kepada anak-anak merupakan bagian penting dari upaya
mendekatkan umat pada sumber ajaran agama yang dipeluknya. Apalagi di
saat moralitas keagamaan cenderung terkikis saat ini. Tentu saja,
pengenalan Al-Quran kepada anak-anak mesti disesuaikan dengan tingkat
nalar dan alam pikiran mereka, sehingga memerlukan pendekatan atau
metode tersendiri. Salah satu metode tersebut berusaha ditawarkan oleh
penerbit Pelangi Mizan, sebagaimana terlihat dalam buku I Love My
Al-Quran ini. Setidaknya, buku ini dapat merangsang anak-anak untuk
mempelajari Al-Quran secara lebih menarik dan menyenangkan. (KH. A. Hasyim Muzadi, Ketua Umum PB NU)
Dengan
buku ini, orangtua lebih mudah memperkenalkan Al-Quran dengan segala
nilai dan ajaran yang terkandung di dalamnya kepada putra-putrinya.
Melalui pendekatan khusus, mengunakan bahasa yang insya Allah lebih
mudah dicerna dan dipahami oleh mereka. (KH. Shidiq Amien, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis)
Buku
ILMA yang diterbitkan kelompok Mizan ini, sebuah inovasi. Sebuah usaha
kreatif untuk mendekatkan keluarga muslim pada kitab sucinya. Buku ini
tampil dengan bahasa warna dan gambar yang merupakan medium efektif
untuk berkomunikasi dengan anak. (Prof. Dr. Dien Syamsudin, Ketua Umum PP Muhammadiyah)
Menariknya
lagi, buku ini ditujukan kepada generasi paling awal, kepada anak-anak,
dengan metode yang dianggap sesuai dengan tingkat pemikiran mereka.
Dengan buku ini kaum orangtua yang peduli, akan melakukan bimbingan
kepada putra-putri mereka dan-siapa tahu- sekaligus mendapatkan
bimbingan dari buku ini. (KH. A. Mustofa Bisri, Tokoh Ulama NU)
I
Love My Al-Quran merupakan salah satu cara yang unik lagi mutakhir yang
kami duga keras akan sesuai dengan selera anak, sehingga akan mampu
mendekatkan Al-Quran ke benak hati mereka. (Prof. Dr. M. Quraish Shihab, penulis Tafsir Al-Mishbah)
Yang
menarik dari buku ini adalah kemampuannya mengenalkan, mengajarkan,
serta menanamkan pesan-pesan maupun ajaran-ajaran Al-Quran secara
komunikatif, mengalir, dan tidak membosankan sehingga mudah diikuti dan
dicerna pembacanya. Hal lain yang patut diapresiasi adalah
kreativitasnya menyajikan kandungan ayat-ayat Al-Quran dengan
pendekatan komikal, baik dari segi gaya dialog maupun ilustrasi gambar
yang menarik perhatian dan mudah diingat, sehingga terkesan tidak
menggurui. (Prof. Dr. A. Syafii Maarif, Tokoh Muhammadiyah)
Di
tengah upaya gigih kaum sekulerisme, liberalisme dan pluralisme
memisahkan umat dari Al-Quran, kehadiran I Love My Al-Quran diharapkan
dapat mengilhami lahirnya generasi Qurani yang tidak hanya membaca,
tapi juga berupaya memahami, menghayati, serta mengamalkan Al-Quran. (KH. Athian Ali Muhammad Da’i, Lc., M.A. (Ketua Forum Ulama Umat Islam)
Buku
I Love My Al-Quran adalah salah satu dari sedikit sajian yang akan
mendorong para pembacanya bergerak bersama menyambut kelahiran “the
living Quran” baru. (KH. Dr. Miftah Faridl)
Saya
lihat di dalam ILMA mencakup pendidikan IQ, EQ, dan SQ yang sangat
dibutuhkan oleh anakanak dewasa ini. Selain itu, kebutuhan seorang anak
yaitu belajar dan bermain diperoleh secara bersamaan. (Prof. Dr. H. Salim Basalamah, SE, Guru Besar Universitas Muslim Indonesia Makasar)
Saya
menyambut baik penerbitan ILMA ini karena akan menumbuhkan kecintaan
anak-anak pada Al-Quran. Dengan kecintaan itu diharapkan mereka mau
membaca, mempelajari, memahami, dan mengamalkan Al-Quran dalam
kehidupan sehari-hari. (KH. Didin Hafidudin)
Saya
menilai produk ini sangat bagus dan kreatif. Ini proyek besar insya
Allah berkah. Penuh ilustrasi dan warna-warni, tapi berbeda dengan
komik-komik hiburan. Saya yakin, buku ini bisa membuat anak semakin
cinta pada Al-Quran. Asal, dalam penyajian ilustrasinya tidak
mengurangi “kesakralan” Al-Quran. (Habib M. Rizieq Syihab, Ketua umum FPI)
Gaya
bahasanya “gaul”, sederhana, gampang dipahami oleh anak-anak,
informatif, berBapak-Ibu, interaktif, sehingga tanpa serasa, anak-anak
bisa memahaminya dengan penuh ceria. (Dr. H. Ahsin Sakho Muhammad, MA)
Al-Quran
dikemas dalam tampilan segar, agak kekanak-kanakan sesuai alam pikiran
mereka. Dihiasi warna-warni ceria dan gambar-gambar ilustratif yang
imajinatif. Diharapkan anak-anak membacanya dengan rileks dan gembira. (Ir. H. Bambang Pranggono MBA, penulis Percikan Sains dalam Al-Quran)
Ada
dua jenis buku anak yang sangat saya impikan. Pertama, jenis buku yang
saya sebut dengan “khutbah untuk anak”. Sebuah buku yang menggerakkan
jiwa dengan nilai-nilai spiritual Islam, tetapi tidak menggurui. Kedua,
jenis buku yang menunjukkan, bukan mengatakan, kepada anak bahwa
Al-Quran adalah petunjuk hidup, bukan sekadar bacaan. Saya bersyukur,
Pelangi Mizan menghadirkan buku yang tidak hanya menunjukkan kehebatan
Al-Quran. Lebih dari itu, I Love My Al-Quran menyajikan Al-Quran dalam
wajah yang bersahabat dengan anak, lengkap dengan “tafsir”-nya. Sebuah
langkah cerdas untuk mendekatkan anak pada Al-Quran dan mengantarkan
mereka menjadi generasi Qurani. M. Fauzhil Adhim (Penulis dan Pakar Keayahbundaan)
Kreativitas
adalah inti kebudayaan. Tanpa kreativitas, budaya mandek. I Love My
Al-Quran (ILMA) adalah salah satu bentuk kreativitas untuk mengenal dan
mencintai Al-Quran sejak dini. Semoga dengan ILMA ini, umat Islam
semakin mencintai Al-Quran sebagai sumber inspirasi untuk berkreasi. Acil Bimbo (Musisi)
Sangat
pantas kalau setiap Muslim, baik dewasa maupun anak-anak menyatakan: “I
Love My Al-Quran!” Bukankah kecintaan pada Al-Quran perlu dipupuk dan
dibina sejak kanak-kanak, saat jiwa manusia masih bersih? Prof. Dr. H. Rif'at Syauqi Nawawi, M.A.
Gagasan
mengenai anak yang sejak usia dini sudah mendapat pelajaran Al-Quran
yang disertai gambar-gambar sangatlah menarik. Sebab, gambar-gambar
tersebut lebih mengasyikkan, mudah diserap, dan melekat dalam ingatan
anak. Ali Audah (Penerjemah The Holy Quran)
Saat
ini, banyak orangtua yang menyadari betapa pentingnya menanamkan
nilai-nilai Al-Quran pada anak-anak. Namun, banyak orangtua yang
bingung: “Bagaimana caranya?” Hadiahkan saja I Love My Al-Quran untuk
anak-anak kita! Insya Allah, mereka akan akrab dengan Al-Quran. Semoga
dengan ikhtiar ini, mereka menjadi anak-anak yang saleh, cerdas, dan
mampu menghadapi tantangan zamannya. Aam Amirudin M.Si (Penulis Tafsir Kontemporer Juz 'Amma)
Harga: Rp. 3.400.000
Harga Tunai, diskon 10%: Rp. 2.720.000
Kok harganya mahal ya?
Mahal,
nggak juga. Dengan berbagai keistimewaan dan manfaat yang didapat,
kiranya cukup sebanding dengan harga produk ini. Harganya mungkin sama
dengan harga HP yang sedang Anda pegang yang paling lama cuma bertahan
2 tahun. Setelah itu kalau tidak rusak, ya, sudah kuno.
Namun
materi ILMA ini insya Allah tidak usang dimakan waktu. Ambil contoh
ILMA ini bisa dipakai untuk anak Anda selama usia SD-SMP atau selama 9
tahun. Asumsinya di usia SMA sudah bisa membaca tafsir yang dewasa
seperti Tafsir Al-Mishbah, Ibnu Katsir, dsb (padahal belum tentu juga).
Harga Rp. 2.720.000 dibagi 9 tahun (3285 hari). Hasilnya, Anda hanya
menyisihkan uang sebesar Rp. 828 per hari (hanya seharga 1 batang rokok)
untuk investasi pengetahuan anak di dunia dan insya Allah untuk bekal
di akhirat. Pun produk ini bukan hanya bisa dibaca oleh anak-anak, tapi
bisa untuk seluruh keluarga.
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...
(QS A-Tahrim:6)
“Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat,” (Al An’aam: 155)
“Didiklah anak-anakmu tiga perkara : cinta kepada Nabi mereka, cinta kepada sanak
keluarga dan membaca Al-Qur'an” (H.R. ath-Thabrani)
Catatan:
Produk ini memang dirancang untuk anak-anak usia 6 - 15 tahun. Namun
bagi anak di bawah usia tersebut dan belum bisa membaca Al-Quran juga
bisa memakai produk ini. Mereka bisa menggunakan permainan
interaktifnya (game ular tangga) atau membaca kamus bergambarnya dan
bisa diperdengarkan CD lagu terjemah surat-surat pendeknya. Hal ini
dimaksudkan agar anak mulai tertarik pada Al-Quran sedini mungkin, dan
memotivasi mereka untuk mau belajar membaca Al-Quran. Setelah bisa
membaca Al-Quran baru dapat menggunakan produk ini secara maksimal.